Sabtu, 23 April 2022

KONEKSI ANTAR MATERI ; MODUL 3.1.a.9

 

KONEKSI ANTAR MATERI

MODUL 3.1.a.9

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

Hai para pembaca blogger, perkenalkan saya Dwi Wahyu Nugroho, Calon Guru Penggerak angkatan 4 dari SDN 1 Mangkujayan Ponorogo. Terimakasih saya ucapkan kepada fasilitator Bapak H. Juanda, S.Pd, M.Pd dan Ibu Wijiati, M.Pd sebagai pengajar praktik. Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi dan membahas tentang koneksi materi modul 3.1.a.9 yaitu pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Ada 9 (sembilan) pertanyaan yang harus saya jawab satu per satu berikut ini :

  1. Pertama bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Penjelasan : Pratap Triloka yang sangat terkenal dari KHD adalah

a.      Ing Ngarso Sung Tuladha

Pratap ini berarti bahwa di depan kita harus memberikan teladan baik bagi murid-murid kita, rekan sejawat dan masyarakat luas. Jadi, dalam mengambil suatu keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran guru harus terlebih dahulu menganalisis dan mempertimbangkan matang-matang karena segala keputusan yang diambil akan menjadi contoh bagi murid – murid, rekan sejawat dan anggota masyarakat.

b.      Ing Madyo Mangun Karsa

Pratap ini artinya adalah ditengah dapat membangun karsa atau kemampuan atau semangat. Oleh karena itu guru harus mampu mengambil keputusan-keputusan yang berpihak kepada murid dan dapat membangkitkan Karsa semangat dan kemampuan murid-muridnya.

c.      Tut Wuri Handayani

Pratap ini berarti di belakang dapat memberikan dorongan kinerja pada murid agar dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya ini berarti bahwa guru harus mampu mengambil suatu keputusan terkait proses pembelajaran dan kegiatan sekolah yang dapat mendorong kinerja murid agar dapat berkembang sesuai dengan minat, profil dan kesiapan belajarnya.

2.  Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam suatu pengambilan keputusan?

Menurut pendapat saya nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap prinsip pengambilan keputusan. Kita tahu ada 3 prinsip pengambilan keputusan masing-masing prinsip mempunyai indikator nilai yang ada di dalam seseorang. Misalnya untuk prinsp yang pertama yaitu Rule-based Thinking biasanya diambil oleh orang-orang yang mengedepankan intuisi, kejujuran, aturan atau suatu prinsip yang mendalam. End-based Thingking biasanya diambil oleh orang-orang yang mengutamakan nilai-nilai agama, penghargaan akan kehidupan, masa depan dan kepentingan orang banyak. Sementara itu Care-based Thingking biasa diambil oleh orang-orang yang mengutamakan rasa kasih sayang, cinta, toleransi, kesetian dan  empati.

3.  Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan “coaching” (bimbingan)  yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah diambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Pada PI (Pembimbingan Individu) ke – 3 oleh pengajar praktik dan pembimbingan virtual oleh fasilitator melalui LMS sangat membantu dan memberikan pencerahan terhadap proses dan refleksi pengambilan keputusan yang sudah saya ambil terkait persoalan baik dilema etika maupun bujuk moral. Hal-hal yang perlu direfleksikan adalah apakah keputusan yang saya ambil sudah berpihak kepada murid ? Apakah sudah sejalan dengan nilai-nilai kebajikan ? Apakah keputusan saya ini sudah memberikan dampak yang positif ? dan apakah keputusan yang saya ambil sudah bisa dipertanggung jawabkan ?

Pengambilan keputusan tersebut telah efektif dalam upaya menyelesaikan permasalahan dilematis baik yang dialami guru bersama siswa maupun guru dengan rekan sejawat.

4.  Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Menurut pendapat saya, dalam setiap pengambilan keputusan pasti melibatkan aspek sosial dan emosional kita terhadap pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut. Karena kita sebagai makhluk sosial yang harus bersosialisasi dengan baik bersama mereka dan hubungan emosional yang erat bisa jadi mempengaruhi indenpendensi kita dalam mengambil sebuah keputusan.

5.  Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut oleh seorang pendidik?

Menurut pendapat saya seorang pendidik yang telah memiliki nilai-nilai guru penggerak yakni mandiri, inovatif kolaboratif, reflektif dan berpihak kepada murid akan mampu mengambil suatu keputusan yang juga berpihak pada murid yang sejalan dengan nilai-nilai kebajikan universal dan dapat dipertanggung jawabkan. Akan tetapi jika seorang guru belum memiliki nilai-nilai seorang guru penggerak atau telah kehilangan idealismenya sebagai seorang guru maka keputusan yang diambil akan cenderung digunakan untuk mengutamakan kepentingan pribadi atau golongan seringkali berorientasi pada materi dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

6.  Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman ?

Sebuah pengambilan keputusan yang baik dan tepat tentunya harus dilakukan secara bertahap melalui proses identifikasi dan analisis terlebih dahulu berbagai aspek yang pertama yang harus dipertimbangkan adalah empat paradigma Dilema etika. Kita harus melihat terlebih dahulu paradigma dilema etika apa yang sedang terjadi? Apakah paradigma Dilema etika individu melawan masyarakat, rasa keadilan melawan rasa kasihan, kebenaran melawan kesetiaan, atau jangka pendek melawan jangka Panjang. Kita juga harus melihat misi pengambilan keputusan yang paling tepat. Apakah Rule-based Thingking, Apakah End-based Thingking dan apakah Care-based Thingking. Selanjutnya keputusan tersebut haruslah diambil dengan menggunakan 9 langkah pengambilan keputusan.


7.  Apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Penjelasan saya adalah pasti ada kesulitan dalam menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika. Hal tersebut karena ada budaya dan mindset serta sistem yang kurang tepat dalam mengambil keputusan yang cenderung mengarah kepada hal yang salah dan tidak berpihak kepada murid. Kemudian sering terjadi sebuah keputusan yang diambil, tidak semua warga sekolah mempunyai komitmen untuk menjalankannya dan terakhir adalah terkadang keputusan yang diambil sepihak dan tidak melibatkan seluruh komponen yang ada sehingga hasil dari keputusan tersebut kurang berdampak baik terhadap murid, rekan sejawat maupun lembaga.

8.  Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Kita sepakat keputusan yang diambil harus berpihak kepada murid. Maka dari itu, keputusan tersebut pasti memberikan dampak baik terhadap cara dan hasil belajar murid. Sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang menyenangkan, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, penggunaan metode/strategi/model pembelajaran interaktif serta sistem penilaian/evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan murid, maka hal ini akan dapat memerdekakan murid dalam belajar dan pada akhirnya murid dapat berkembang sesuai dengan potensi dan kodratnya. Namun sebaliknya apabila keputusan tersebut tidak berpihak kepada murid, dalam hal metode, media, penilaian dan lain sebagainya maka kemerdekaan belajar murid hanya sebuah omong kosong belaka dan tentunya murid tidak akan dapat berkembang sesuai potensi dan kondratnya.

9.  Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran harus bijaksana dalam setiap mengambil keputusan. Jangan sampai keputusan yang kita ambil justru memberikan dampak buruk bagi perkembangan murid. Maka dari itu, bijaksana, penuh pertimbangan, analitik harus dimiliki oleh seorang pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan yang tepat dan akurat akan memberikan dampak positif bagi kehidupan dan masa depan murid-murid kita. Terutama pengambilan keputusan tentang bagaimana memberikan layanan pembelajaran yang prima dan maksimal yang meliputi pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran berdiferensiasi, kaya akan sumber dan media pembelajaran, sistem penilaian yang reflektif serta pembelajaran yang bermakna.

10.  Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Sesuai dengan kalimat bijak dari tokoh Bob Talbert di bawah ini :

 

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”

(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).

 

 

Menurut pendapat saya, kesimpulan pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan materi sebelumnya adalah terkait apa dan bagaimana kewajiban kita sebagai guru memberikan layanan pembelajaran terbaik kepada murid. Kita harus sadar kewajiban seorang guru itu bukan hanya memberikan pembelajaran terkait pengetahuan saja.Namun lebih dari itu, nilai-nilai kebajikan universal, karakter sikap, teladan, kejujuran, saling menghormati dan menghargai perbedaan, menjadi seorang pelajar pancasila itulah yang lebih penting kita tanamkan kepada siswa. Melalui sebuah pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dan berpihak pada murid bukan tidak mungkin tujuan global dan luhur tersebut akan bisa tercapai yaitu mendapatkan serta mewujudkan generasi emas Indonesia yang memiliki profil pelajar pancasila.

 

Demikian penjelasan saya pada sesi koneksi materi ini, saya tunggu komentar, kritik dan saran dari teman-teman khususnya calon guru penggerak kabupaten Ponorogo.


Sabtu, 16 April 2022

REFLEKSI TERBIMBING - PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 

REFLEKSI TERBIMBING
DWI WAHYU NUGROHO
CGP #4

 



1. Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini ?


Dampak mempelajari materi ini sangat luar biasa, tentunya dampak positif dan beberapa perubahan dari sebelumnya tidak tahu menjadi tahu dan hal-hal diluar dugaan sebelumnya yang sebenarnya tahap itu sudah kita lalui.

Perubahannya adalah saya menjadi paham bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin pembelajaran yang berpihak kepada murid. Paham tentang dilema etika dan bujuk moral. prinsip-prinsip pengambilan keputusan dan paradigma pengambilan keputusan serta 9 langkah analisis terhadap sebuah peristiwa yang harus kita ambil keputusan. 

Setelah mempelajari modul ini, saya menjadi paham langkah apa yang harus saya lakukan ketika menghadapi sebuah kejadian yang menimbulkan dilematis. saya menjadi tidak gegabah dalam memutuskan sesuatu sehingga keputusan yang saya ambil bisa bermanfaat untuk maslahat.

2. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?

Selain mempelajari materi di dalam modul di atas perlu juga menurut saya sebagai seorang pemimpin pembelajaran kita harus mempunyai kemampuan dalam keberanian memutuskan sesuatu hal baik itu terkait dilema etika maupun bujuk moral. Jadi berani mengambil keputusan merupakan penting untuk dilakukan sebagai seorang guru / pemimpin pembelajaran agar keputusan bijak segera diperoleh dan polemik serta kegaduhan segera selesai.

3. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?

Yang bisa saya lakukan untuk membuat dampak / perbedaan di lingkungan setelah mempelajari modul ini adalah bijaksana dalam setiap mengambil keputusan dan mempunyai keberanian dalam memutuskan sesuatu hal untuk kebaikan kedua belah pihak. Bijaksana menurut saya jangan katakan jika itu berbahaya dan justru menimbulkan polemik berkepanjangan namun katakan jika itu berdampak positif dan membawa kemaslahatan.

4. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

Bagi saya, mempelajari modul ini sangat penting karena nantinya ketika kita menjadi pemimpin pembelajaran atau kepala sekolah pasti dihadapkan situasi dilematis maupun permasalahan bujuk moral. Jadi sekarang waktunya kita untuk belajar dan memahami cara agar dalam pengambilan keputusan bisa bijaksana dan membawa kebermanfaatan. 

 

Rabu, 23 Februari 2022

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1.A.9 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Koneksi Antar Materi

Modul 2.1.a.9


·        Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pembelajaran berdiferensiasi dan bagaimana hal ini dapat dilakukan di kelas !

Inti dari pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Siswa yang beragam dari segi kesiapan belajar, minat dan profil belajar merupakan hal yang sangat penting untuk dipetakan terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.

Guru dapat melakukan pembelajaran berdiferensiasi jika sudah memetakan kondisi siswa dari segi kesiapan, minat dan profil. Jika 3 hal tersebut sudah teridentifikasi dengan jelas maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi apa yang harus dilakukan. Guru harus mampu menentukan tujuan pembelajaran yang jelas, menanggapi dan merespon kebutuhan belajar siswa, menciptakan lingkungan belajar yang mengundang siswa untuk belajar, manajemen kelas yang efektif dan terakhir adalah asesmen yang berkelanjutan.

·        Jelaskan bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal. Jelaskan pula bagaimana Anda melihat kaitan antara materi dalam modul ini dengan modul lain di Program Pendidikan Guru Penggerak.

Pembelajaran berdiferensiasi sangat jelas dapat memenuhi kebutuhan belajar murid yang beragam dan membantu hasil belajar siswa secara maksimal. Hal tersebut karena guru yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi melayani setiap kelompok siswa yang mempunyai kebutuhan belajar yang berbeda. Mulai dari kesiapan siswa yang beragam, guru mempunyai cara tersendiri agar yang lambat belajar tidak semakin tertinggal dan yang sudah cepat belajar tidak berhenti belajar. Kemudian dari segi minat guru juga memberikan kebebasan untuk memilih minat apa yang disukai, sehingga jika murid mengerjakan soal sesuai minat, semangat pasti akan muncul dengan sendirinya sehingga hasilnya pasti memuaskan. Dan yang terakhir dari segi profil belajar siswa. Guru dapat menggunakan pembelajaran model VAK, visual audio dan kinestetik. Hal tersebut merupakan modalitas belajar siswa, sehingga siswa yang memiliki preferensi visual bisa terlayani, audio juga terfasilitasi dan kinestetik juga dapat terakomodir dengan baik.

Pembelajaran berdiferensiasi tentunya sangat berkaitan erat dengan materi pada modul sebelumnya. Misalnya keterkaitan dengan modul 1.1 terkait filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yang mengatakan bahwa pendidikan hendaknya memberikan kebebasan anak dalam belajar, pendidikan harus memahami kodrat anak, potensi, bakat dan minat anak-anak. Pembelajaran berdiferensiasi merupakan penerapan riil dari filosofi KHD tersebut.

Rabu, 22 Desember 2021

AKSI NYATA "BUDAYA POSITIF"

AKSI NYATA 
BUDAYA POSITIF 
Modul 1.4.a.10
Oleh : Dwi Wahyu Nugroho, S.Pd 

A. Latar Belakang 
Identifikasi Latar Belakang 
1. Krisis Karakter akibat berkembang pesatnya teknologi 
2. Menurunnya tingkat kedisiplinan siswa 
3. Rendahnya semangat belajar siswa 
4. Sikap individualis yang tinggi 
5. Ketidakpedulian terhadap lingkungan kelas/sekolah 
Berdasarkan identifikasi latar belakang di atas, perlu menejemen perubahan budaya positif. Mengingat tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu “menuntun segala kodrat anak” agar mereka mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan / wellbeing yang maksimal. Siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan potensinya, namun demikian guru tetap harus memberikan tuntunan dan teladan yang baik agar siswa tidak kehilangan arah dan mampu meraih cita-citanya di masa depan. 

B. Deskripsi Aksi Nyata 
1. Membuat Kesepakatan Kelas 
2. Melaksanakan Pembiasaan Pra Pembelajaran Kegiatan aksi nyata tersebut saya laksanakan bersama siswa. 
Kegiatan pembuatan kesepakatan kelas dilakukan dengan cara dialog bersama siswa. Siswa menyampaikan ide gagasan kesepakatan kelas yang akan dibuat. Kemudian siswa yang lain menanggapi dan menyepakati atau tidak usulan dari temannya. Kegiatan yang kedua adalah melaksanakan pembiasaan. Pembiasaan ini dilakukan mulai dari masuk kelas hingga pembelajaran inti dimulai. Kegiatan pembiasaan meliputi nilai kedisiplinan, religiusitas, nasionalisme, profil pelajar pancasila dan pendidikan karakter. 

C. Hasil Aksi Nyata 
Hasil dari kegiatan ini adalah pertama, tersusunnya kesepakatan kelas. Kesepakatan yang dibangun antara guru dan siswa. Siswa merasa percaya diri karena telah ikut dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Siswa memahami konsekuensi logis jika tidak mengikuti kesepakatan kelas. Murid menggunakan nalar kritisnya, dan tanggung jawab terhadap hasil kesepakatan. Kedua, terlaksananya pembiasaan pra pembelajaran. Membangun sikap disilin, religius, nasionalisme, profil pelajar pancasila dan penguatan pendidikan karakter. Tergeraknya guru di kelas lain yang ikut antusias untuk mengikuti program tersebut untuk diterapkan di kelasnya. 

D. Pelajaran yang dapat diambil 
1. Pentingnya pelibatan siswa dalam setiap pengambilan keputusan 
2. Pentingnya sikap bertanggung jawab terhadap hasil keputusan 
3. Saling menghargai pendapat orang lain 
4. Menumbuhkan sikap bernalar kritis 
5. Siswa semakin dekat dengan guru


Terimakasih
Semoga bermanfaat
Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan

Selasa, 26 Januari 2021

Silahkan Unduh !

UNDUHAN MKC 2021

1.  Surat Permohonan Delegasi Lomba MKC 2021

2. Brosur Lomba MKC 2021

3. Petunjuk Teknis / Juknis Lomba MKC 2021

4. Contoh Lirik Lagu Alat Transportasi

5. Contoh Lirik Lagu Kasih Ibu

6. Contoh Lirik Lagu Asyiknya Sekolah

7. Contoh Lirik Lagu Andaikan Aku Punya Sayap


ADMINISTRASI ADIWIYATA/PBLHS

1. Perangkat KBM

2. Macro Excell Adiwiyata 2021

3. Kuisioner Adiwiyata 2021

4. Kajian Lingkungan

5. SKB 5 MENTERI TERKAIT PBLHS/ADIWIYATA

6. PERMEN LHK NO. 52

7. PERMEN LHK NO. 53 

8. MATERI KTSP & MACRO EXCELL 

PERANGKAT PEMBELAJARAN

Contoh Perangkat KBM sekolah adiwiyata di SDN 1 Mangkujayan Ponorogo

1. Contoh Silabus Terintegrasi Lingkungan Hidup
2. Contoh RPP Terintegrasi Lingkungan Hidup
2. Contoh KKM Terintegrasi Lingkungan Hidup

Pengumuman


HASIL LOMBA 

MANGZAPO KID'S COMPETITION 2021

DALAM RANGKA HUT SDN 1 MANGKUJAYAN PONOROGO YANG KE - 114


Kami beritahukan hasil perlombaan MKC 2021. 

Keputusan Juri bersifat mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.

 

Silahkan klik dan unduh link di bawah ini !

  1. LOMBA TARTIL AL-QUR'AN
  2. LOMBA ADZAN
  3. LOMBA TARI ANAK
  4. LOMBA MENYANYI

Terimakasih atas partisipasinya dan mohon maaf atas segala kekurangannya. 

 

Ponorogo, 24 Februari 2021

Kepala SDN 1 Mangkujayan Ponorogo

 

Ttd.

 

SRI BIDAYATI, S.Pd, M.Pd

NIP. 19620525 198112 2 005

SELAMAT DATANG

ADIWIYATA-MANGZAPO
Be Green, Be Clean and Be Smart






Visi Sekolah
Berperilaku Terpuji, Berprestasi Tinggi, Berkarakter Anti Korupsi 
dan Berbudaya Lingkungan 
Berdasarkan Iman dan Takwa serta Nilai Luhur Pancasila


Misi Sekolah 
  1. Menanamkan nilai-nilai keagamaan bagi semua warga sekoalah dalam kegiatan sehari hari di sekolah
  2. Meningkatkan kompetensi dan kinerja personalia sekolah sesuai dengan norma agama yang dianut sehingga tercipta suasana yang religius 
  3. Mengoptimalkan layanan pendidikan dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan peserta didik. 
  4. Melaksanakan pembelajaran secara maksimal dengan menggunakan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan / tuntutan kekinian 
  5. Melaksanakan budaya literasi sekolah melalui kegiatan pembiasaan membaca sebelum pembelajaran
  6. Menumbuhkembangkan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional dan sosial peserta didik yang dilandasi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa 
  7. Mengembangkan bakat dan minat serta ketrampilan peserta didik melalui program pengembangan diri.
  8. Membangun citra sekolah sebagai mitra  yang dipercaya di masayarakat sehingga tercipta lingkungan yang alami 
  9. Membudayakan clean, green dan health  ( bersih, hijau dan sehat ) dalam kegiatan sehari-hari di sekolah dan di masyarakat.
  10. Melaksanakan budaya hidup bersih dan sehat sebagai wujud pelestarian terhadap lingkungan. 
  11. Melaksanakan kegiatan pencegahan terjadinya pencemaran lingkungan hidup 
  12. Melaksanakan kegiatan pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan hidup 
  13. Melaksanakan perilaku 3R (Reduce, Reuse, Recycle) baik di linkungan sekolah maupun di luar sekolah.
  14. Membudayakan berlaku jujur dan tidak korupsi dalam semua kegiatan di sekolah.

Blog dibuat untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada semua masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang SDN I Mangkujayan Ponorogo.
Kritik dan saran sangat kami tunggu demi kebaikan blog di masa yang akan datang.